Friday, December 19, 2014

Contoh Cerpen SMA

CINTA SUKA-SUKA
karya: I MADE NOVA
Sebagai gambaran, namaku I MADE NOVA. Tubuhku proporsional jika berat badanku bisa ditambah 8 kg lagi. 
Dengan model rambut alakadarnya, aku begitu tampan jika dilihat dari ujung sedotan. Tahu pesepakbola tersohor Cristiano Ronaldo? Ya, aku lebih tampan dari Didier Drogba. (hey tunggu dulu, apa hubungannya dengan Cristiano Ronaldo?) tenang berada!!  Aku tidak akan membandingkan ketampanannya denganku, karena aku cukup sadar diri kok. Nah kali ini aku akan menceritakan tentang pengalaman cinta pertamaku.

Waktu itu, aku duduk dibangku kelas 6 SD. Banyak cewe-cewe bilang aku mirip actor Vino G. Bastian, tapi giginya saja. Hahaha dasar!! Saat itu aku mulai bisa merasakan adanya getaran cinta dalam dadaku. Misalnya saat aku mulai suka dengan seorang cewe yg sekelas denganku. Sebut saja namanya Rina (nama samaran). Cewe yg begitu cantik, manis, seksi dan putih. Bahkan jauh lebih putih dari seekor sapi. Sudah sangat lama aku mengamati gerak-geriknya. Mulai dari makanan yg disukainya sampai bedak yg dipakainya, serta kapan jadwal ngupilnya tidak luput dari kedektifanku.
Rina sangat menyukai pelajaran matematika.                                                                              Saat ku tanya apa cita-citanya, dia menjawab : “aku ingin menjadi novelis”, “lalu apa hubungannya dengan matematika?”, “ada”, “apa?” “ada apa tanya-tanya, ada masalah?”. Jawaban dia sangat frontal. Setidaknya anda sudah bisa membayangkan bagaimana sifatnya.
Perasaanku semakin menjadi-jadi padanya, sama seperti kepompong yg menjadi seekor kupu-kupu. Saat pulang sekolah, aku mencoba mengajaknya balik bareng meski saat itu rumahku jauh lebih dekat dengan sekolahan daripada rumahnya. Saat itu juga dia pulang naik sepeda, sedangkan aku jalan kaki. Dan kebetulan juga, kalau dia pulang sekolah lewatnya depan rumahku. (Ha, berarti aku nebeng dong?, bisa anda fikirkan sendiri. Dia pun tidak menolaknya. Saat itu aku merasa senang sekali. Ada rasa bahagia bisa pulang bareng dia, sekaligus pulang gak harus jalan kaki.
Namun, saat aku mulai mencintainya, ternyata ada cowo lain yg juga naksir padanya. (sialan loe, ikut-ikutan aja).                                                                                                                   Saat itulah kami terlibat “cinta segitiga”. Kami berlomba-lomba untuk mendapatkan Rina. Bahkan kami sampai taruhan untuk mendapatkannya, yaitu dengan balapan motor. Ini balapan yg sangat unik, bahkan hanya ada satu di Asia Tenggara.                                         Saat itu aku berhasil memimpin start hingga jauh.                                                                            Dia tidak bisa mengejarku yg sudah jauh didepannya. Namun, saat aku hampir mencapai garis finish, tiba-tiba jam main playstation kami sudah habis. Bahkan sampai diadakan rapat, akhirnya juri (penjaga ps) memutuskan aku yg menang. Karena saat itu aku yg memimpin balapan. Sesuai kesepakatan yg berlaku, maka dia harus mundur dari persaingan.

Suatu hari aku memberanikan diri untuk menembaknya.                                                           Eiiits, bukan berarti aku membunuhnya. Rasanya seperti berdiri ditengah rel dan datang sebuah kereta yg sangat cepat memberi salam padaku. Takut dan gugup, dengan modal ketampananku, aku memberanikan diri mendekatinya. “hey, lagi ngapain?” kataku sambil gugup, “kamu gak bisa lihat, ya?”. “nggak...” “oh pantesan”. “eh, maksudku nggak begitu”. “lalu?”. Dengan sedikit gugup, kaki bergetar hebat, dan tubuh menggigil, akhirnya aku memberanikan diri berkata. “aku mau bilang, kalau aku ... suka sama kamu”.                           “kamu yakin?” Tanya balik dia. “aku yakin, kamu adalah wanita terbaik yg pernah aku temui”. Nampaknya dia tidak marah saat aku ngomong begitu. Bahkan wajahnya yg judes banget itu, seakan manis melebihi manisnya madu tawon asli.                                                     Dengan sangat lembut, dia menjawab pertanyaanku. “sebenarnya, aku juga kan suka sama kamu. Aku mau jadi pacar kamu. Tapi sesaat saja ya?”. “maksud kamu?” tanyaku semakin bingung. “sesaat saat tuhan mempertemukan kita dalam pelaminan dan aku tidak lagi menjadi pacarmu, melainkan akan menjadi istrimu yg akan menemanimu selamanya”.                              “ciee, manis banget, kayak orangnya”.
.Gak terasa 6 bulan telah berlalu sekolah gue ngadain acara perpisahan dan sekaligus acara perpisahan gue dengan si Rina. Loe tau kan sob gimana rasanya berpisah dengan orang kesayangan? Sakit sob.........
Tapi gue gak berhenti sampai disitu sob, ibarat kata mati satu tumbuh seribu, hahaha....
btw sob hari ini adalah hari paling istimewa di hidup gue. Iya, hari ini gue mau nembak cewe yg selama ini gue suka. Putri namanya, dia itu cantik, baik, lugu, polos, pokonya segalanya yg baik deh. 
sebenernya sih, gue suka sama dia itu baru, iya pas gue mos di SMP. Pokonya cinta gue sama dia itu kaya cinta ibu sama kandungannya yg bentar lagi mau keluar.

Tapi sebelum gue nembak Putri, gue mau minta saran dulu sama sahabat gue. Iya, sahabat dari kecil gue. Namanya Veri, cowo modus yg kerjaannya gombalin cewe-cewe cakep. Walaupun dia sendiri gak cakep.
iya Veri itu adalah tempat gue nanya segalanya, termasuk nanya gimana caranya ngempesin ban motor orang disekolah. (jangan ditiru, ini criminal).

“ver? Gue mau nembak si Putri nih” kata gue.
“oh” kata Veri dengn santainya.
“ko oh doang?”
‘ya terus gue mesti ngapain? Gue harus bilang wow gitu? Lu udah 5 kali pengen nembak dia. Tapi,  nggak pernah kesampaian sampai sekarang” jelas Veri.

‘ya tapi kali ini beda ver, gue serius. Pokonya apapun yg terjadi gue mesti nembak dia.”
“ya udah, sekarang lu pengen gue ngelakuin apa?” Tanya Veri.
“bisa tolong cariin mawar sama boneka gak?” Tanya gue.
“ah, kuno lo. Masih aja pake mawar, sekarang mah cewe sukanya barang mahal, kaya ipad gitu”
“si Putri itu beda Ver, udah ah. Lu mau ngebantuin gue gak sih?”
“iya-iya, berani bayar berapa lo?”
“bangke lu bro, ama sahabat sendiri minta bayaran”
“sahabat itu gak ada dalam bisnis bro”
“yaelah, yaudah gampang”
setelah bernegosiasi cukup lama sama Veri, akhirnya dia mau ngebantuin gue. Dengan syarat, gue harus minjemin gitar gue selama 2 minggu ke dia, kampret.

Jam 15.47 gue siap buat nembak si Putri. “pokonya apapun yg terjadi, gue harus bisa ngomong kalo gue suka sama dia” kata gue dalam hati.
akhirnya Putri datang, dia pakai semacam dress gitu, dengan pita dikepalanya. Dan saat dia ngeliat gue, gue sangat terkesima.
“maaf, udah lama nunggu ya?” Tanya putri.
“nggak ko nggak lama, gue nunggu disini baru 2 jam”
“oh gitu ya, maaf deh”. Kata putrid sambil senyum-senyum. Waktu gue ngeliat senyuman itu, hati gue berdebar-debar. Anjrit, gue grogi. Gue gak tau mesti ngapain. 
‘oh iya, gue ingat saran Veri, (pertama, lo kasi boneka yg udah gue beli) kata Veri, dalam ingatan gue.

“oh iya, aku punya hadiah buat kamu”. Sambil kasi boneka sama dia.
“aaaaah, apa itu?” kata Putri, kayanya sih kaget.
“ini boneka, boneka elmo”
“aku paling takut sama elmo,cepat buang”
“hah iya, iya iya aku buang” (sialan si Veri, kenapa coba dia harus beli boneka elmo).

Akhirnya boneka itu gue buang, dan gue langsung minta maaf sama Putri. Setelah itu, gue duduk. Mulut kami berdua seakan membisu, nggak ada yg mau bicara. Gue ngerasa nggak enak dong, yaudah gue ajak ngomong duluan.
“emm, Put?” kata gue memecah keheningan.
“yaah?”
“kamu kok diem aja? Kamu masih marah ya sama boneka tadi?”
“nggak ko, aku nggak marah. Aku Cuma bingung aja mau ngomong apa” jelas Putri.
‘hhmmm, aku pengen ngomong sesuatu boleh gak?” “boleh lah kamu mau ngomong apa?”
“emm, akuu...aku..sebenernya aku...” gue gagap gak tau mesti apa, mampus gue.
gue coba cari mawar yg dikasih Veri. Tapi mana? Ah sial”
“emm, kamu pengen ngomong apa Nov? Kok grogi gitu?”
“emm, itu, aku harus ketoilet, maaf aku sudah kebelet.” Kata gue, sambil lari.
“sial-sial, ini sudah ke 6 kalinya gue gak jadi nembak dia, bangke banget emang” kata gue dalam hati.

Gue masih termenung di dalam toilet, gue galau. Gue gak tau harus ngapain. Prasaan gue campur aduk saat itu. Akhirnya gue putusin, buat balik lagi ketempat itu, ngomong kalau gue suka sama dia. Dan ketika gue sampai ke tempat tadi. Tapi Putri gak ada, gue ngeliat hp gue ternyata ada SMS, iya SMS itu dari Putri, dan tulisannya.
‘Nov, maaf ya aku pulang duluan. Aku disuruh pulang sama mamah, abisnya udah sore. Sekali lagi maaf”.

Yaaaah, kampret. Sial, gue belum ngomong dan dia udah pulang kerumah.
akhirnya gue pulang ke rumah. Kepala gue berat, ok fix. Gue GALAU.

No comments:

Post a Comment